Lanjut ke konten

Ada Arca di Situs Srobu Kota Jayapura

IMG-20180902-WA0014

Arca yang ditemukan oleh tim peneliti dari Balai Arkeologi Papua di Situs Gunung Srobu, Kelurahan Abepantai, Kota Jayapura, Papua.  (Dokumen Erlin Novita Idje Djami, peneliti dari Balai Arkeologi Papua)

Situs Gunung Srobu pertama kali terkenal pada 2014, ketika Balai Arkeologi Papua menerima laporan warga setempat yang biasa mencari kulit kerang untuk bahan baku pembuatan kapur siri makan bahwa ditempat tersebut ada tengkorak dan tulang tentara Jepang.

FojaOnline – Peneliti dari Balai Arkeologi Papua Erlin Novita Idje Djami mengungkapkan bahwa ada arca di Situs Gunung Srobu, Kelurahan Abepantai, Kota Jayapura, Papua.

Arca megalitik yang ditemukan oleh tim peneliti pada tahun ini sebanyak dua patung dengan langgam polinesia, tinggi masing-masing dari arca tersebut kira-kira satu meter lebih dan beratnya sekitar 50 Kg hingga 60 Kg.

“Kedua arca tersebut kini sedang kami teliti bersama materi-materi budaya lainnya di kantor Balai Arkeologi Papua,” katanya pada akhir Oktober lalu.

Ia mengungkapkan penemuan tersebut termasuk spektakuler dan luar biasa karena baru kali ini ada arca dalam satu situs yang beberapa waktu lalu ditemukan sejumlah benda-benda bersejarah peninggalan Perang Dunia ke-II sehingga bisa dikatakan unik, karena arca yang ditemukan itu sangat berbeda dengan arca-arca ditempat lain yang ditemukan di Bumi Cenderawasih (julukan provinsi Papua).

Situs Gunung Srobu pertama kali terkenal pada 2014, ketika Balai Arkeologi Papua menerima laporan warga setempat yang biasa mencari kulit kerang untuk bahan baku pembuatan kapur siri makan bahwa ditempat tersebut ada tengkorak dan tulang tentara Jepang.

Kemudian bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, para peneliti dari Balai Arkelogi Papua mengecek kebenaran informasi tersebut.

Situs yang terletak di Teluk Youtefa pada sebuah tanjung itu ternyata menyimpan sejumlah peristiwa prasejarah dan bersejarah, karena ditemukan tengkorak dan tulang sebagaimana dilaporkan dan juga benda-benda prasejarah berupa fragmen-fragmen tembikar, alat batu dan gundukan-gundukan cangkang kerang.

“Ini menunjukkan bahwa banyak benda bersejarah dan prasejarah yang ada di tanah Papua (Papua dan Papua Barat), dimana benda-benda tersebut mencirikan suatu budaya atau kehidupan manusia pada jamannya. Karena pada 2015 saat dilakukan penelitian lanjutan ditemukan dolmen dan menhir yang merupakan budaya megalitik,” katanya.

Erlin menilai bahwa Situs Gunung Srobu bisa dijadikan destinasi wisata sejarah yang dimiliki oleh masyarakat Papua, khususnya Kota Jayapura. Atau bahkan bisa menjadi laboratorium alam bagi para pelajar dan peneliti untuk mempelajari lebih lanjut beragam peristiwa yang pernah terjadi di kawasan tersebut.

Ke Srobu.

Untuk ke Situs Gunung Srobu, pengunjung ataupun turis yang ingin berkunjung dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura kira-kira jaraknya 20 Km hingga 25 Km. Bisa menggunakan kendaraan roda dua dan empat, langsung ke Kelurahan Abepantai.

Kira-kira biaya sewa mobil senilai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Tapi jika gunakan jasa motor ojek RP100 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung negosiasi.

Jika menggunakan angkutan umum dari Bandara Sentani tujuan terminal sementara depan Museum Negeri, Expo Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, hanya membayar tidak lebih dari Rp10 ribu.

Dari terminal sementara Expo Waena dilanjutkan dengan naik angkutan umum tujuan Abepura senilai Rp4.000, kemudian turun di lampu merah Kampkey, Kelurahan Awiyo, Distrik Abepura.

Disini, pengunjung atau turis bisa lanjutkan perjalanan dengan angkutan umum tujuan Abepantai, yang biayanya tidak beda jauh dari angkutan sebelumnya. Atau bisa menggunakan jasa motor ojek dengan harga yang bisa dinegosiasikan, kira-kira Rp1o ribu hingga Rp20 ribu dengan tujuan Kelurahan Abepantai.

Total biaya jika naik angkutan umum kurang lebih dari Rp60 ribu.

Setelah sampai di Kelurahan Abepantai, pengunjung atau turis berjalan kaki ke dermaga kecil yang terletak tidak jauh dari jalan utama atau tepatnya di belakang monumen pendaratan tentara sekutu. Di dermaga itu, pengunjung atau turis bisa bertemu dengan warga setempat untuk negosiasi harga penggunaan perahu motor ‘katinting’ atau speedboat ke Situs Gunung Srobu.

Harganya bisa diatur. Kira-kira Rp100 ribu hingga Rp200 ribu biaya mengunakan perahu motor ‘katinting’. Sementara jarak dari dermaga kecil Abepantai ke Situs Gunung Srobu tidak lebih dari 10 hingga 15 perjalanan laut.

Hanya saja, setelah sampai ditepian gunung tersebut, belum ada tambatan perahu, sehingga turis atau pengunjung harus berhati-hati saat turun dari perahu, jangan sampai terjatuh.

Untuk naik ke puncak gunung, kira-kira pengunjung atau turis harus berjalan kaki menanjak gunung selama 10 hingga 15 menit lamanya. Saran saja, jika ingin ke tempat ini, harus bersama warga setempat atau dengan pemandu wisata yang paham dengan situasi di lokasi tersebut.

“Situs Gunung Srobu kalau dikelola dengan baik bisa datangkan income bagi warga setempat. Semoga situs ini secepatnya menjadi destinasi wisata,” kata Erlin. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: