Lanjut ke konten

Presiden Jokowi tinjau jalan transPapua Merauke-Sota

Padahal, jarak Merauke-Sota-Boven Digoel hanya 422 kilometer. Dulu, jarak sejauh ini bisa ditempuh berhari-hari, kini hanya delapan jam

Presiden Jokowi tinjau jalan transPapua jalur Merauek-Sota. (Foto: Istimewa)

FojaOnline – Presiden Jokowi bersama rombongan meninjau jalan transPapua jalur Merauke-Sota, setelah meresmikan monumen kapsul waktu yang terletak di Jalan Brawijaya, Kabupaten Merauke, Papua, Jumat pekan ini.

Sebagaimana kutipan dari akun Facebook dengan nama Presiden Joko Widodo, disitu terlihat gambar mantan Gubernur DKI Jakarta itu didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono sedang melihat kearah aspal jalan.

“Ini suasana alam yang terlihat di jalur transPapua ini. Berselubung kabut, dan kiri kanannya masih hutan belantara,” katanya.

Ia membandingkan kondisi jalan yang sebelumnya dan sesudah setelah dilakukan perbaikan dan peningkatan di jalan transPapua jalur Merauke-Sota.

“Ini di kilometer 84 ruas jalan Merauke-Sota, Distrik Sota di Kabupaten Merauke. Dulu jalannya penuh kubangan lumpur, orang-orang yang melintas dari dan menuju Boven Digoel sering menginap di jalan,” katanya.

Jarak antara Merauke-Sota-Boven Digoel sejauh 422 KM, yang dulunnya ditempuh berhari-hari bahkan bisa ditempuh dalam satu pekan jika musim penghujan tiba, tapi sekarang hanya bisa ditempuh dengan delapan jam perjalanan.

“Padahal, jarak Merauke-Sota-Boven Digoel hanya 422 kilometer. Dulu, jarak sejauh ini bisa ditempuh berhari-hari, kini hanya delapan jam,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: