Lanjut ke konten

Jokowi hadiri sejumlah kegiatan APEC

Presiden Jokowi beserta para kepala negara/kepala pemerintahan APEC berfoto bersama. Mereka juga tampak melambaikan tangan kepada para jurnalis yang mengabadikan momen ini

Suasana pertemuan KTT APEC

FojaOnline – Selepas melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon Rick Houenipwela, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya dengan menuju APEC Haus untuk menghadiri sejumlah kegiatan dalam rangkaian KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada Sabtu (17/11)

Tiba di APEC Haus sekira pukul 15.30 waktu setempat, Presiden disambut oleh PM Papua Nugini Peter O’Neill. Setelah bersalaman dan berfoto, Presiden kemudian didampingi Menteri Pertanahan dan Tata Ruang (Menteri APEC) Justin Tkatchenko menuju ruang di mana para kepala negara/kepala pemerintahan berkumpul.

Setelah itu Presiden beserta para kepala negara/kepala pemerintahan APEC berfoto bersama. Mereka juga tampak melambaikan tangan kepada para jurnalis yang mengabadikan momen ini.

Setelah sesi foto bersama, Presiden kemudian menuju ABAC Meeting Room untuk menghadiri presentasi APEC Business Advisory Council (ABAC) kepada para kepala negara/kepala pemerintahan APEC. Acara kemudian langsung dirangkaikan dengan ‘breakout session’ di mana para pemimpin negara berdiskusi di beberapa ruang kecil yang berbeda.

Presiden Jokowi (ketiga kiri) dalam pertemuan KTT APEC

Selama pertemuan yang berlangsung sekira satu jam tersebut, para delegasi yang mendampingi Presiden turut menyaksikan dari ‘viewing room’.

Adapun para delegasi tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini Ronald J.P. Manik.

Lalu, Kepala Protokol Negara Andri Hadi, Direktur Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu dengan PM Kepulauan Solomon.

Indonesia dan Kepulauan Solomon adalah dua negara yang memiliki beberapa kesamaan. Keduanya merupakan bangsa Pasifik, memiliki etnis Melanesia, juga merupakan negara kepulauan, dan menghadapi tantangan yang sama, termasuk di bidang perubahan iklim.

Saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Rick Houenipwela, Presiden Joko Widodo mengharapkan hubungan yang lebih erat di antara kedua negara tersebut. Untuk meningkatkan kerja sama antarkedua negara, Presiden menyampaikan beberapa hal, diantaranya dengan meningkatkan investasi Indonesia di Kepulauan Solomon.

“Saya harap, Indonesia diberikan kesempatan berkontribusi dalam mengembangkan perekonomian Kepulauan Solomon,” ujar Presiden di Hotel Hilton, Port Moresby, pada Sabtu (17/11).

Dalam bidang perekonomian, pengembangan produk kelapa sawit menjadi salah satu fokus pembahasan. Kepulauan Solomon disebut tertarik untuk mengembangkan produk tersebut.

“Indonesia memiliki nilai tambah yang cukup tinggi dalam industri kelapa sawit. Saya ingin dorong perusahaan Indonesia untuk mengembangkan sawit di Kepulauan Solomon,” ujar Presiden.

Selain kelapa sawit, Indonesia berharap dapat bekerja sama dalam industri perikanan di Kepulauan Solomon. Presiden berharap, industri ini dapat menjadi sektor penting dalam kerja sama ekonomi Indonesia-Kepulauan Solomon.

Sementara itu, dalam bidang pariwisata, Indonesia siap membantu Kepulauan Solomon untuk mengembangkan pariwisata khususnya ‘eco-tourism’. Beberapa wilayah di Indonesia, sudah mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan.

“Indonesia juga siap kerja sama di bidang kelautan, khususnya pengembangan daerah pesisir dan pengelolaan bencana,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas sikap tegas posisi Kepulauan Solomon untuk menghormati kedaulatan Indonesia.

“Saya menghargai posisi Kepulauan Solomon yang mendukung integritas wilayah Indonesia. Saya menghargai pandangan Yang Mulia terhadap perkembangan di Papua,” ujar Presiden.

Kepada PM Kepulauan Solomon, Presiden pun menjelaskan pembangunan yang telah dilakukan di Papua dan Papua Barat dalam 4 tahun terakhir.

“Pembangunan 4.174 km jalan, 7 bandara, dan 15 pelabuhan. Peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta kebijakan BBM satu harga. Dengan pembangunan in, saya yakin kesejahteraan rakyat Papua akan semakin baik,” ucapnya. (Biro Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: