Lanjut ke konten
Iklan

Para pemimpin daerah khusus dan istimewa kunjungi Papua

SAID memungkinkan pemerintah tingkat kecamatan untuk menyusun perencanaan dan penganggaran berdasarkan data kebutuhan kesehatan dan pendidikan yang akurat.

Talk show para pemimpin delegasi FORDASI di Kota Jayapura, Papua, Rabu (21/11)

FojaOnline – Para pimpinan dan delegasi dari empat provinsi khusus dan istimewa datang ke Provinsi Papua untuk mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (FORDASI) pada 21-23 November 2018.

Empat daerah atau provinsi yang memiliki kekhususan dan istimewa itu yakni Provinsi Papua Barat, DI Yogyakarta, DKI Jakarta dan Provinsi Aceh.

Bersama Provinsi Papua, keempatdaerah ini memiliki kekhususan dan keistimewaan dalam hal kewenangan, sumber daya serta kontrol untuk membangun daerah masing-masing.

Pada momen Rakor FORDASI ini, pemerintah kelima daerah ini melakukan evaluasi pelaksanaan desentralisasi asimetris di wilayahnya dan merumuskan rekomendasi perbaikan pelaksanaannya.

Penyerahan cinderamata oleh Kepala Bappeda Provinsi Papua Muhammad Musaad kepada delegasi FORDASI dari DKI Jakarta

Selain itu, pada rakor ini juga dilakukan pertukaran pengalaman dalam menjalankan inovasi daerah. Provinsi Papua berkesempatan untuk menunjukan inovasi daerah seperti Program BANGGA Papua dan pengembangan Sistem Informasi Kampung dan

Distrik yang dilaksanakan oleh kader kampung di Papua. Ini merupakan saat yang tepat untuk menunjukan bahwa Papua dapat menjadi tempat belajar bagi wilayah lain.

Sesuai dengan kerangka pembangunan Provinsi Papua 2019-2023 yang berada dalam Visi : Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang Berkeadilan. Melanjutkan kebangkitan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Papua sebagai cita-cita bersama akan dapat terwujud secara hakiki jika dalam pelaksanaan pembangunan menjawab rasa Keadilan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Papua.

Oleh karena itu pembangunan yang dilaksanakan dapat menghilangkan perasaan masyarakat Papua terhadap bentuk ketidakadilan, marginalisasi, ketimpangan dan diskriminasi. Sebagai salah satu upaya untuk mendukung visi pembangunan tersebut diperlukan adanya data penduduk desa yang termutakhirkan.

Talk show para pemangku kepentingan di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua dihadapan para delagasi FORDASI.

Hal ini dapat didapatkan melalui Sistem Administrasi dan Informasi Kampung dan Distrik (SAIK/SAID). SAID merupakan sistem basis data terpadu yang memuat informasi kependudukan dan data sosial ekonomi individu dalam satu kecamatan.

SAID memungkinkan pemerintah tingkat kecamatan untuk menyusun perencanaan dan penganggaran berdasarkan data kebutuhan kesehatan dan pendidikan yang akurat. SAID juga dapat membantu Puskesmas dan Sekolah Dasar dalam menyiapkan perencanaan dan penganggaran yang lebih baik.

“SAID dapat berperan dalam meningkatkan pelayanan publik di Papua, sehingga semakin tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Kami sangat menghargai kolaborasi yang baik antara Pemerintah Papua, Program KOMPAK, dan segenap masyarakat yang terlibat” ujar Ibu Hilda Eveline, Pimpinan Wilayah untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

SAID dilaksanakan melalui program KOMPAK-LANDASAN yang didukung oleh Pemerintah Australia untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan identitas hokum yang berkualitas di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Para delegasi FORDASI berpose bersama dengan pemangku kepentingan di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (22/11)


LANDASAN dilaksanakan di 205 desa, 181 sekolah dasar, 29 puskesmas, di 24 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Secara terpisah, Kepala Bappeda Provinsi Papua yang mewakili Gubernur Lukas Enembe dalam acara talk show rakor Fordasi pada Rabu (21/11) di Swiss Bell Hotel Kota Jayapura mengusulkan agar pertemuan FORDASI menjadi agenda tahunan, sehingga segala bentuk inovasi pembangunan bisa nampak jelas.

“Jadi, Fordasi ini merupakan gagasan dari Kementrian Dalam Negeri untuk membahas daerah yang memiliki kekhususan dan keistimewaan yakni Papua, Papua Barat, DI Yogyakarta, DKI Jakarta dan Aceh,” katanya.

Pada acara talk show di Swiss Bell Hotel, pemerintah pusat diwakili oleh sejumlah lembaga/kementrian diantaranya Direktur Aparatur Negara, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan DR Velix Wanggai.

Sementara itu, kunjung delegasi FORDASI ke Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Kamis (2/11) pagi hingga siang guna melihat dan mendengarkan pemaparan dari pemangku kepentingan setempat, diantaranya Kepala Distrik Sentani Timur Steven Ohee dan Kepala Kampung Nendali Wiemfriet Wally.

Kegiatan ini dipusatkan di halaman kantor Distrik Sentani Timur di pusat kawasan wisata Khalkote yang dibuka dan dihadiri oleh Sekda Kabupaten Jayapura Yerry F Dien.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: