Lanjut ke konten

Mantan pejuang sebut pembangunan di Papua sangat maju

Berkaitan dengan 1 Desember yang biasa disebut sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka, Jhon berpendapat bahwa hal itu adalah sebuah opini untuk membuat suatu perubahan akibat situasi politik saat itu

Jhon Alberth Norotouw

FojaOnline – Mantan pejuang Papua merdeka, Jhon Alberth Norotouw menyebut pembangunan di provinsi paling timur Indonesia itu sudah sangat maju dan lebih baik dari pada sebelumnya.

“Perubahan yang terjadi di Papua sudah sangat cepat dan bagus, serta lebih baik dari sebelumnya,” katanya pada Kamis pekan lalu di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Berkaitan dengan 1 Desember yang biasa disebut sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka, Jhon berpendapat bahwa hal itu adalah sebuah opini untuk membuat suatu perubahan akibat situasi politik saat itu. “Kami ciptakan opini, kerena kepentingan politik saat itu,” katanya.

Ia mengaku telah pada tingkat yang cukup karena selama 28 tahun hidup di negara pasifik dan memilih kembali ke Indonesia setelah melihat perubahan yang terjadi di Papua dan hal itu melalui perjuangan dan lobi-lobi politik di luar negeri.

“Esensi dari sebuah dari perjuangan adalah perubahan dan perubahan sudah dirakasakan oleh orang Papua. Jadi saya kembali dari PNG. Kenapa saya harus tinggal di sebuah Negara kemudian menahan hati,” Ucapnya sambil tertawa.

Jhon mengaku tengah menjalani hidup tenang dan berbaur dengan masyarakat. Menikmati hasil perjuangan yang pernah ia lakukan.


“Hidup dengan damai di Indonesia, berbaur dengan masyarat. Orang saling menyapa dengan baik. Saya hidup di sekitar ini (Kemiri,red), ada lewat menyapa ‘tete’ kan tenang to…!.” Ujar Jhon.

Ia menjelaskan pihaknya bersama panel Pasifik capter perjuangan Papua, beberapa waktu keadaan membangun hubungan dengan Vanuatu, PNG, Solomon dan Negara pasifik lainnya dengan membentuk opini tentang satu Desember. Dan banyak orang termakan opini masalah merdeka ini.

“Jadi kami juga yang harus pergi ke sana untuk menyelesaikan ini, kami sudah membangun hubungan dengan Vanuatu, Solomon dan PNG.” Ujar Jhon Norotouw.

Ia mengakui bahwa bulan Desember 1961 masa itu telah lahirnya sebuah bendera, lambang dan lagu. Namun itu merupakan nilai-nilai esensi sebuah perjuangan.

“Itu merupakan nilai-nilai. itu sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Karena Pepera sudah disahkan oleh PBB dan inilah pedoman orang Papua, sebagai bangsa Indonesia.” Ucapnya.

“Jadi siapapun yang menentang termasuk saya, oleh karena kekerasan orde baru, setelah melihat adanya perubahan. Kita harusnya menerima Pepera itu. Tapi kalau dilihat dari sisi iman, maka ini sudah menjadi kehendak Tuhan. Untuk kami bersama Indonesia.” Tegas Jhon Norotouw.

Pihaknya juga menyesalakan adanya seorang oknum mengaku sebagai pendeta. Namun, sering mengajak melakukan perlawanan kepada pemerintah atau menyatakan sikap merdeka.

“Dia bukan seorang pendeta. Pendeta itu kan umatnya semua golongan bukan satu suku,”tegas Jhon Norotouw.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: